Internet (8)
Linux (1)
Motivasi (4)
Pemrograman PHP (11)
Server (1)
Teknologi (1)















014451

Pengunjung hari ini : 21
Total pengunjung : 3914

Hits hari ini : 50
Total Hits : 14451

Pengunjung Online: 5

Beranda » Linux » Syntax Dasar di Terminal Ubuntu

Rabu, 30 November 2011 - 13:43:02 WIB
Syntax Dasar di Terminal Ubuntu
Diposting oleh : Anjar Pinem | Yaspis Web
Kategori: Linux - Dibaca: 115 kali

Mount file ISO
$ mkdir /mnt/cdimage
$ mount -o loop -t iso9660 cdimage.iso /mnt/cdimage/

Buka tutup tray CD-ROM (lewat Terminal!)
$ eject
$ eject -t

Ekstrak tar.gz
$ tar xvfz package.tar.gz

Compile source code
$ ./configure
$ make
$ make install

Lihat temperatur dan baterai
$ cat /proc/acpi/thermal_zone/THRM/temperature
$ cat /proc/acpi/battery/BAT1/state

Lihat video di terminal (framebuffer) fullscreen
$ mplayer -vo fbdev -fs -zoom -xy [maxwidth] [filename]
contoh:
$ mplayer -vo fbdev -fs -zoom -xy 800 movie.mp4

Matiin komputer

$ poweroff

$ init 0

Menggabungkan split file (bagi yang sering download file-file besar)
$ cat file.7z.001 file.7z.002 file.7z.003 > file.7z
List dependensi package untuk didownload (instalasi offline)
Di komputer rumah (koneksi internet lambat):
$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get –print -uris –yes install [package_name] | grep ^\’ | cut -d \’ -f 2 > download.txt

Di warnet/kampus (koneksi internet cepat) download semua package:
$ wget –input-file download.txt
Install semua package .deb
$ sudo dpkg -i *.deb

Menampilkan opsi yang aktif pada file konfigurasi
$ egrep -v ‘#|^ *$’ [filename]

Convert semua file .mp4 ke .ogg
$ for filename in *.mp4; doÂ
>Â Â nice mplayer -ao pcm “$filename” -ao pcm:file=”$filename.wav” && \
>Â Â nice oggenc -q5 “$filename.wav” -o “$(basename “$filename” .mp4).ogg”
>Â Â rm “$filename.wav”
> done
One-liner version:
$ for filename in *.mp4; do nice mplayer -ao pcm “$filename” -ao pcm:file=”$filename.wav” && nice oggenc -q5 “$filename.wav” -o “$(basename “$filename” .mp4).ogg”; rm “$filename.wav”; done

Split file
# split -d -a 3 -b [bytes][k|m] [filename] [filename]
versi long-option-nya (supaya human-readable):
# split –numeric-suffixes –suffix-length=3 –bytes=[bytes][k|m] [filename] [filename]
cth:
# split -d -a 3 -b 100m cdimage.iso cdimage.iso
–> Split file cdimage.iso tiap 100MB, akan menghasilkan file split: cdimage.iso.000, cdimage.iso.001, dst..

Shutdown timer
# sleep 1h; poweroff
–> Setelah 1 jam, komputer akan mati. Yang ini sering banget digunakan pas malam hari

MD5-sum + check
# md5sum * > md5sums.txt
# md5sum –check md5sums.txt

MD5-sum penting untuk mengecek keutuhan file hasil download, terutama file .iso sebelum diburning.
Juga kalau kalian upload program ke Internet, pasti ditanyain md5sum-nya berapa.
Perintah yang atas akan menggenerate md5sum untuk semua file di direktori tsb dan disimpan ke file md5sums.txt.
Perintah yang bawah akan mengecek kembali, jika outputnya OK semua berarti filenya tidak berubah.

Matikan proses dengan menggunakan nama proses
# kill $(pidof [nama_proses])
cth:
kalau Firefox hang, ketik aja:
# kill $(pidof firefox)

Reset terminal
# reset

# clear
Kalau terminal udah ruwet, ketik aja perintah di atas

Kalkulator sederhana
# expr [ekspresi_yang_ingin_dievaluasi]
cth.
# expr 5 + 2
10
# expr 3 \* 4
12

Just for fun
# apt-get moo (Have you mooed today?)
# cal -3
# banner (catatan: sebelumnya maximize dulu jendela terminal)
# factor [integer]


remote shell
$ ssh [IP_target] -l [nama_user]

unzip file ke dir tertentu (banyak yg pake zip juga slain tar)
$ unzip [nama_file] -d [direktori yg dituju]

remote ftp
$ ftp [target]

nambah resolusi komputer (khusus kompi jadul)
$ xrandr –newmode “1024×768_60.00″ 63.50 1024 1072 1176 1328 768 771 775 798 -hsync +vsync
$ xrandr –addmode VGA 1024×768_60.00
$ xrandr –output VGA –mode 1024×768_60.00

backup DB mysql
$ mysqldump -u[nama_user] -p –routines nama_db | bzip2 -c > nama_db.sql.bz2

restore DB mysql
$ bunzip2 < nama_zipnya.sql.bz2 | mysql -u nama_user -p nama_db
generate SSL
$ openssl req -new -newkey rsa:1024 -days 365 -nodes -x509 -keyout www.example.com.pem -out www.example.com.pem


edit permission
$ chmod 777 -Rf [target]

delete paksa
$ rm -Rf [target]
ganti direktori
$ cd ..
$ cd destination_directory

ngeliat processid dari aplikasi yang sedang jalan
$ sudo ps -e

matiin aplikasi yang diinginkan
$ kill [id proses dari aplikasi yang mau dibantai]


nyari tau ip public kita
$ echo $(lynx -dump http://www.sputnick-area.net/ip)

ngerekam desktop

$ ffmpeg -f x11grab -s wxga -r 25 -i :0.0 -sameq desktop.mpeg

Fun

$ man bash ->bwt buka manual
$ who ->bwt liat yang sedang logged ke system
$ ping -c [number] [Ip destination]–>kalo lagi ngenet

$ which bash > myScript.sh
$ vi myScript.sh (edit2)
$ chmod a+x myScript.sh
$ ./myScript.sh

Other Side

1. Keluar dari Terminal dengan Cepat
Anda dapat keluar dari terminal dengan cepat menggunakan CTRL+D

2. Menghapus Perintah Baris yang Panjang
Misalkan Anda terlanjur mengetikkan perintah yang cukup panjang, maka Anda dapat menghapusnya seketika menggunakan CTRL+U Tidak perlu menekan backspace atau del lagi.
3. Jalan Pintas untuk Membuat Direktori

Code: Select all
$mkdir -p /saya/buat/direktori/ini/hanya/dengan/satu/perintah/saja/

Akan membuat seluruh direktori yang diperlukan bahkan ketika direktori tersebut tidak tersedia. Jadi mengapa membuang waktu dengan memberikan perintah rumit seperti ini:

Code: Select all
$cd / ; mkdir saya ; cd saya; mkdir buat; cd buat; mkdir direktori ...

Gunakan $mkdir -p

4. Mengeksekusi Perintah Terakhir yang Dijalankan

Code: Select all
$!!

Akan menjalankan perintah terakhir yang telah Anda gunakan.

5. Mengeksekusi Perintah Terakhir dengan Awalan Karakter
Jika Anda ingin menjalankan perintah dari Command History Anda dengan menggunakan awalan sebuah karakter, misalnya huruf c, maka perintahnya:

Code: Select all
$!c

Akan memanggil perintah terakhir dengan awalan c.

6. Menjalankan Perintah secara Berulang dan Menampilkan Hasilnya
Perintah watch akan menjalankan perintah secara berulang, dan menghasilkan output. Output yang dihasilkan akan ditampilkan bergantian interval waktu. Secara default, interval waktu yang digunakan adalah 2 detik. watch hampir sama dengan tail. Misalkan:

Code: Select all
$watch -d ls -l

Baris di atas akan menghasilkan output berupa daftar file di current directory Anda dan akan menandainya setiap ada perubahan yang terjadi.

7. Berpindah ke Direktori Tempat Anda Berada Terakhir
Untuk beralih ke direktori tempat Anda bernavigasi paling akhir gunakan cd -

8. Menyimpan File dengan Cepat pada Teks Editor Vi/Vim
Apabila Anda sedang terburu-buru, Anda dapat menyimpan file yang telah Anda tulis di vi dengan masuk ke mode normal (keluar dari mode insert dengan Esc), kemudian Anda tekan shift bersamaan dengan menekan z dua kali.

9. Menemukan PID dari Suatu Proses secara Cepat
Untuk mencari PID pada proses-proses yang sedang berjalan, Anda dapat menggunakan pgrep Perintah ini akan mencari PID dari suatu proses yang sesuai dengan parameter yang telah diberikan. Misal:

Code: Select all
$pgrep mysqld

Maka akan menghasilkan semua PID yang berhubungan dengan mysqld.

10. Mengubah Keterangan Waktu dari Sebuah File

Code: Select all
$touch -c -t 0801010800 namaberkas.zip

akan menampilkan keterangan waktu yaitu 2008-01-01 8:00. Format waktu yang digunakan adalah (YYMMDDhhmm).



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 


Langganan RSS


Upload Tugas



Mei, 2012
MSSR KJS
  12345
6789101112
13141516171819
20 212223242526
2728293031  






Bagaimana menurut anda isi website ini?

No. Comment
Biasa Saja
Lumayan Menarik
Menarik

Lihat Hasil Poling










• 03 Oktober 2011
Kuliah Pengantar Internet dan Web